Sabtu, 28 April 2012

MANUSIA DAN HARAPAN



MANUSIA DAN HARAPAN
          I. DEFINISI HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai ,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada TUHAN.
Contoh;
Budi seorang mahasiswa universitas terbuka,ia belajar dengan rajin dengan harapan agar nantinya sewaktu ujian semester ia memperoleh nilai A.
Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat 2 dorongan,yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup.terkait dengan kebutuhan manusia tersebut , abraham maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi 5 macam atau disebut juga 5 harapan manusia, yaitu;
1.harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.harapan untuk memperoleh keamanan
3.hak untuk mencintai dan dicintai
4.harapan diterima lingkungan
5.harapan memperoleh perwujudan cita-cita
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang laen

II.      II. HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
Artinya harapan ialah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun berada.mengutip pandangan A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality , mas abhoe dhari menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan ,keinginan,serta emossi seseorang. kebutuhan indifidu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
a)kebutuhan organik individu
1.kebutuhan individu bernilai positive
2.kebutuhan individu bernilai negative
b) Kebutuhan psikologi individu
1)kebutuhan psikologi indifidu bersifat positif
         III.KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya,artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu kebenaran. Kepercayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kebenaran menurut Peodjawiyatna adalah merupakan cita – cita orang yang tahu, dalam hal ini kebenaran merupakan kebenaran logis, sehingga manusia selalu memilih sebelum melakukan tindakan apakah tindakan ini salah atau benar menurut keyakinannya.
Dalam bidang logika kebenaran ialah persesuaian antara tahu dan objek yang diketahui (kebenaran logis). kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif. Jika tidak ada persesuaian antara putusa dan objeknya yang diketahui, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu:
  1. orang yang mengutarakan putusan keliru
  2. orang yang mengutarakan putusan sengaja mengutarakan tidak sesuai dengan realita yang diketahuinya.
Dasar kepercayaan ialah kebenaran dan sumber kebenaran adalah manusia, oleh karena itu keepercayaan dibedakan atas:
A.    kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi         manusia.hakikatnya kepercayaan kepada tuhan Yang Maha Esa.
B. Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
  C.   Kepercayaan pada pemerintah
           D.         kepercayaan kepada tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus            bertaqwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan            merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak
              IV. Manusia dan Harapan
Harapan itu bersifat manusiawi dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal – hal sebagai berikut:
a. harapan apa yang baik
b. bagaimana mencapai harapan itu
c. bagaimana bila harapan itu tidak tercapai.
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.



          V. Nilai – Nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan
Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:
a. nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dll
b. nilai kerumahtanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam etiap keluarga.
c. Nilai kemandirian kaum wanita
Yaitu, Nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita.
          VI. Harapan Terakhir
Dalam hidup di dunia, manusia didadapkan pada persoalan yang beragam baik itu  masalah positif maupun negative. Untuk menghadapi persoalan hidup tersebut manusia perlu belajar dari manusia lainnya baik formal maupun informal agar memiliki kehidupan yang sejahtera menurut Aristoteles, hidup dan kehidupan itu berasal dari generation spontanea, yang berarti kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Kebutuhan manusia terbagi atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Ada yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi namun juga ada yang sebaliknya. Terkait dengan tingkat kesadaran kehidupan beragama, manusia akan semakin yakin bahwa mereka akan mati. Dunia serba gemerlap hanya akan ditinggalkan dan akan hidup abadi di alam akhirat.
Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalankan ibadahnya. Ia akan menjalankan perintah Tuhan melalui agama, serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkannya demi kehidupan yang abadi di akherat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terakhir manusia.

Sabtu, 21 April 2012

MANUSIA DAN KEADILAN


Manusia dan Keadilan

neraca
 Manusia dan keadilan,dalam kehidupan manusia sangat membutuhkan keadilan.
Seandainya manusia tidak diperlakukan seadil mungkin manusia itu akan menjadi manusia pemberontak atau manusia yang anarkis.Dalam kehidupan bernegara pasti dijunjung tinggi yang namanya keadilan.Tapi terkadang manusia tidak dapat keadilan yang sesungguh nya,contohnya saja di negara kita sendiri(indonesia)sudah banyak manusia yang tidak mendapatkan keadilan,karena hukum diindonesia "TAJAM KEBAWAH TUMPUL KEATAS'

            Bila manusia diperlakukan dengan adil saya yakin manusia itu jadi pribadi yang menerima dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku.Tetapi jika tidak diperlakukan dengan adil manusia itu akan menjadi manusia pemberontak.Saya sangat berharap keadilan dinegeri kita(indonesia)menjunjung tinggi namanya keadilan tidak pandang bulu.Jika terbukti bersalah hukum sesuai dengan keadilan yang berlaku.

            Saya sangat sedih dengan hukum indonesia saat ini,saya harap untuk para pemimpin keadilan disana sadar,jangan pernah takut sama orang-orang yang berpangkat,junjung tinggi keadilan manusia.Keadilan adalah hak semua manusia,kita semua itu sama jadi jangan pernah takut memberikan hukuman sama orang orang yang berpangkat.







Pengertian Keadilan

               Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
                 Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
                   Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.



II. MACAM-MACAM KEADILAN

a. KEADILAN LEGAL ATAU KEADILAN MORAL

               Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.

b. KEADILAN DISTRIBUTIF
            Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

c. KEADILAN KOMUTATIF
             Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

d. KEJUJURAN

                 Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
                 Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
               Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk. Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya.
Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah.
                Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai bata-batas yang di tentukan.



          Study kasus

Nenek Nenek Pencuri Kakao vs Koruptor

          Sepertinya kasus kasus yang beterbangan di negara ini benar-benar beraneka ragam dengan keanehannya masing-masing. Seperti contohnya kasus yang baru saja terjadi di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Nasib sial menimpa seorang nenek nenek yang ketahuan mencuri 3 biji kakao di daerah perkebunan yang akan dijadikan bibit dan sekarang nasibnya terancam hukuman percobaan 1 bulan 15 hari.
          Miris juga ya peradaban hukum di negara ini. Memang yang namanya pencurian tetap suatu kesalahan seberapapun besar kecilnya bila dipandang perlu ditindak lanjuti silahkan saja. Hanya saja yang jadi tak berimbang di sini adalah, seorang nenek nenek yang hanya mencuri 3 biji kakao harus berhadapan dengan meja hijau tanpa di dampingi pengacara karena tidak adanya kemampuan finansial untuk membayar jasa pengacara. Sementara koruptor a.k.a maling uang rakyat yang bermilyar milyar bahkan trilyunan bebas berkeliaran tanpa penyelesaian yang jelas.
          Mafia mafia peradilan, makelar makelar kasus bisa bebas berkeliaran dan hidup bermewah mewah. Memang benar bahwa semua itu sebagai proses peringatan supaya tidaklah menjadi contoh bagi yang lain dalam tindak pencurian. Tapi, apakah proses peradilan yang seadil-adilnya bagi koruptor dan para mafia peradilan tidak bisa ditegakkan seperti petugas hukum menindak tegas maling-maling ayam dan maling-maling seperti Ibu Minah?
           Masyarakat sangatlah bisa menilai sendiri seperti apa wajah hukum di negara kita ini. Ketimpangan yang terjadi di dunia hukum saat ini, seperti bergulirnya kasus Bibit – Chandra yang terus berjalan dan belum menemukan titik temu yang jelas, ditambah lagi saat ini sedang bergulir kasus Polisi vs Jurnalisme. Fiuh…kapan ya peradilan di negara ini bisa berlaku adil tanpa mencari kambing hitam?







Opini

Memang terkadang manusia lupa akan tugasnya agar berlaku adil terhadap siapapun, padahal di dunia ini harus serba seimbang, adil tanpa membedakan yg satu dengan yang lain. Hak dan kewajiban yang di terima setiap manusia pun juga harus adil, jangan hanya karena memiliki kekuasaan jadi berlaku tidak adil. Di negara Indonesia ini masih banyak yang belum bisa berlaku adil, masih banyak yang terpengaruh oleh kekuasaan, kenikmatan dan sebagainya sehingga melupakan mana yang benar dan mana yang patut di salahkan.
Cara untuk bersikap adil menurut saya harus di mulai dari diri sendiri dulu bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, kemudian jika ada sebuah masalah maka sebaiknya di lihat secara obyektif jangan subyektif.
J


SUMBER :
http://sosbud.kompasiana.com/2009/11/21/nenek-nenek-pencuri-kakao-vs-koruptor/

PUISI




Cinta Itu Ikhlas

Cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
Memberi banyak kehidupan..
Membuat orang ingin tahu..
Dan setiap orang pasti mengalami cinta..

                  Cinta itu keikhlasan..
                  Cinta itu kemauan..
                  Cinta itu saling mengerti..
                  Cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati.
                  Jadikan cinta itu indah dihatimu..
                  Karena cinta bisa seindah yang kau mau

“Aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu














Janji Dalam Do’a
Di tengah rintik hujan aku terdiam sendiri
menanti matahari yang tak terbit lagi..
Bersama senja malam aku berkhayal tinggi
menemukan jati diri yang tak pernah ku tahui
mengandalkan imaji untuk berpercaya diri..

aku tak ingin mati sebelum namaku bersejarah di bumi ini
aku tak ingin mati sebelum kedua orang tua ku bangga
aku tak ingin mati sebelum teman-teman ku tersenyum manis untuku
aku tak ingin mati karna ku tak punya apa-apa tuk ku bekali
disana nanti….

















puisi keagungan ALLAH

ALLAH
dalam nafasku…
mengalir namamu.
dalam jiwaku….
terpancar asmamu
kau maha agung
terpancar dari kuasamu

ALLAH…..
berkahi jiwaku dengan lambaian kasihmu.
jangan kau siksa aku
dan marahi aku
karena secuilpun aku tak sanggup menahan amarahmu

ya ALLAH ….
anugrahi aku cinta dari sejuta kasihmu.

Jumat, 20 April 2012

Gangguan Kejiwaan




TRAUMA

Trauma adalah pengalaman yang mempengaruhi dan menguasai diri seseorang dengan kecemasan, biasanya pengalaman tersebut tidak menyenangkan sehingga orang bersangkutan tidak ingin pengalaman yang serupa terulang lagi.

Definisi trauma sendiri adalah cedera yang terjadi pada batin dan tubuh akibat suatu peristiwa tertentu. Keberadaan trauma sebagai suatu peristiwa yang pernah dialami sebenarnya. Jadi, bukan merupakan suatu masalah, namun biasanya efek dari trauma tersebut yang menimbulkan berbagai gangguan/keluhan, baik yang bersifat fisik, mental emosional, perilaku sosial, maupun spiritual.

Sedangkan gejala trauma itu sendiri dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: Intrusive, Avoidance dan Hyperarousal. Apabila tidak disembuhkan dengan tuntas maka efek trauma paska stres (PTSD) dapat berdampak masalah-masalah yang lebih serius seperti dependensi dan adiksi (alkohol, narkoba, rokok), depresi dan meningkatnya resiko bunuh diri, perceraian dan perpisahan dan masih banyak lagi.

Metode Tapas Acupressure Technique (TAT), yaitu proses sederhana yang membantu menyembuhkan diri sendiri dari stres dan trauma.
  1. Mengetahui akar dari permasalahan yang sedang dihadapi
  2. Menjalani proses TAT yaitu : menstimulasi titik akupunktur di kepala, yang langsung berhubungan dengan pusat otak yang terkait dengan emosi dan memori traumatis
  3. Belajar untuk rileks dan mencapai sikap rileks Menurut Gary Bromwell yang juga Direktur International Scientology Assist Team (yang menangani korban bencana gempa & tsunami NAD) mengemukakan, mereka yang tertimpa musibah mengalami trauma yang cukup menegangkan saraf. Untuk itu, mereka memerlukan peregangan. Namun, peregangan itu tidak perlu memakai obat. “Orang yang menderita sakit kepala dibawa ke dokter dan disarankan minum obat. Akan tetapi orang trauma, seluruh susunan sarafnya tegang. Saraf itu harus dikendurkan lagi dan tidak perlu dengan obat. No drug,” paparnya






Rabu, 11 April 2012

OEMAR BAKRI

OEMAR BAKRI

            Dipagi hari yang cerah saat sang surya mulai mengepakan sinarnya, terlihat dari kejauhan seorang pria paruh baya yang sedang kebingungan bercampur dengan rasa panik. Dia adalah Pak Oemar Bakri seorang guru di salah satu sekolah dasar.
            Pak Oemar sedang sibuk dengan motor tuanya yang ngadat,pak oemar pun segera membetulkan motornya, setelah selesai pak oemar pun menyelah motornya “bbbrrrr” motornya kembali nyala dan mulai berbaur dengan kendaraan lainnya
            Tiba-tiba stang lepas kendali dan ban pun oglek terdengar suara klakson yang keras “tiiinnnn” supir bis kota pun marah dengan seketika pak oemar pun menunjuk ban motornya yang bocor. Pak oemar pun mencari tukang tambal ban. “ Pagi pak oemar, ada yang bias saya bantu ? “ Tanya tukang tambal ban, dengan kagetnya pak oemar pun kembali bertanya “ loh kamu kenal saya ? “, “saya Sapri murid bapak di SDN Ciriung, lulus tahun 1998” “oh murid, ini ban motor saya bocor tolong kamu tambal ya” kata pak oemar.
            “ Wah, nampaknya harus ganti ban pak, bocornya tiga apalagi tambalannya sudah lima” kata Sapri, “ ganti ban yaa “ kata pak oemar dalam hati sambil merogoh kantongnya.
“ Baik, kamu perbaiki saja dulu say mau ke bank untuk ambil uang” kata pak oemar.
            Pak oemar pun menelpon kepala sekolah untuk meminta izin dating terlambat karena suatu hal, “ pagi pak, saya pak oemar  saya minta izin, saya datengnya agak siangan karena ban motor saya bocor dan saya juga minta tolong agar anak-anak diberi tugas agar suasana kelas dapat aman” kata pak oemar dalam telpon. “ Oh iya, tadi saya sudah beri tugas “ jawab pak kepala sekolah, “terima kasih pak”
            Dengan sebuah bis pak oemar pun menuju Bank untuk mengambil uang. Kenek pun menghampiri pak oemar untuk meminta ongkosnya. “Pak oemar!” kata kenek bis, “ kamu kenal saya?” Tanya pak oemar, “ ya tentu saja bapak adalah guru idola saya di SDN Ciriung, saya amin pak murid bapak lulus tahun 1993”, “oh murid” kata pak oemar ,”mau turun dimana pak?” Tanya amin, “oh saya turun di Bank Kota” jawab pak oemar.
            Pak oemar pun tiba di depan Bank Kota. “huh, kalo gini si sejam lagi saya baru selesai.” Kata pak oemar sambil melihat antrian. Dengan tangan yang halus serta putih seorang wanita cantik memegang tangan pak oemar, “ ada yang bias saya Bantu pak oemar?” tanya wanita cantik itu, pak oemar pun kaget lalu balik bertanya “ kamu siapa? kok kamu kenal saya?” , “saya sarah pak, murid bapak di SDN Ciriung lulus tahun 1998.
Sambil tersenyum pak oemar berkata “ kamu cantik dan sudah sukses, bapak ingin ambil uang”. “baik, mari ikut saya pak” kata sarah
            Tidak perlu satu jam pak oemar mengambil uang, hanya beberapa menit saja pak oemar sudah selesai, pak oemar pun kembali menaiki bis kota. Dengan terpaksa pak oemar bergelantungan dikarnakan bis kota itu sudah penuh. Tiba-tiba sebuah kendaraan roda dua melaju dengan kecepatan tinggi merebut tas pak oemar, “task ku…itu tas ku !!!” kata pak oemar sambil berteriak.
            Pak oemar kecewa bukan karma ada uang di dalam tas itu , melainkan banyak dokumun-dokumen sekolah di dalam tas itu. Dengan kecewa pak oemar pun melapor ke kantor polisi . “Selamat siang pak oemar , apa ada yang bias saya bantu ?” kata salah seorang polisi. “ kamu siapa ? mengapa kamu mengenali saya?” pak oemar pun bertanya balik, “ya tentu saja, bapak adalah guru idola saya di SDN Ciriung, saya Sersan Galuh Prayoga lulus tahun 1997” jawab Sersan Galuh.
            Sambil menepuk bahu Sersan Galuh, pak oemar berkata “bapak bangga dengan kamu , kamu tampan,gagah,dan sudah sukses. Pak oemar pun menceritakan semua masalahnya. “Baik, laporan saya terima, biar kami yang mengurus kasus ini” kata sersan galuh. Pak oemar pun kembali ke SDN Ciriung dan kembali mengajar murid-muridnya. Tiba-tiba sambil menangis sua pria masuk dan berlutut memohon maaf yang sebesar-besarnya pada pak oemar. “Siapa kamu?, mengapa kamu meminta maaf kepada saya?” Tanya pak oemar, “maafkan kami pak kami tidak tahu kalau itu bapak, kamisungguh tidak tahu” kata dua orang pria tersebut. “Memangnya kamu siapa?” pak oemar kembali bertanya, “ saya Jhoni dan saya Arman, kami yang mencuri tas bapak, maafkan kami pak” kata dua pria tersebut.
            Hati pak oemar pun pedih bagai terseset silet yang sangat tajam, bagaimana tidak setelah melihat murid-muridnya sukses dan memiliki pekerjaan yang halal, tiba-tiba muncul dua orang muridnya yang menempuh jalur yang salah. “Ya, kamu bapak maafkan, tapi huklum harus ditegakkan” jawab pak oemar dengan bijaksananya
            Hari itu pun menjadi hari terakhir pak oemar mengajar di SDN Ciriung , murid-murid SDN Ciriung yang telah lulus pun ikut memberikan penghormatan kepada guru idola mereka. Mereka pun menyebutkan nama serta profesi mereka, saya Sapri pak tukang tambal ban, Amin kenek bis kota, Sarah pak direktur Bank Kota, saya Arini pak Presenter, Sersan Galuh Prayoga pak Polisi,Widy pak wartawan, dan masih banyak lagi.
            Sebuah motor terbaru pun mereka persembahkan kepada pak oemar sebagai rasa bangga mereka memiliki guru idola seperti pak oemar. Namun semua orang yang ada disana dibuat kaget karena ucapan pak oemar, “ saya senang serta bangga melihat kalian semua sukses dan saya sangat menghargai pemberian kalian, tapi saya hidup hanya sebatang kara, maka hadiah ini saya persembahkan untuk SDN Ciriung yang sudah saya anggap sebagai rumah kedua saya”.
             Suasana pun menjadi haru bercampun tetesan air mata yang membasai pipi ketika pak oemar menuntun motornya meninggalkan SDN Ciriung yang telah 30 tahun dia abdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak bangsa.


KESIMPULAN:

1. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa .
2. Didunia ini akan selalu ada kebaikan demikian pula kejahatan
3. Seorang guru yang penuh dengan dedikasi yang sangat tinggi