Jumat, 20 April 2012

Gangguan Kejiwaan




TRAUMA

Trauma adalah pengalaman yang mempengaruhi dan menguasai diri seseorang dengan kecemasan, biasanya pengalaman tersebut tidak menyenangkan sehingga orang bersangkutan tidak ingin pengalaman yang serupa terulang lagi.

Definisi trauma sendiri adalah cedera yang terjadi pada batin dan tubuh akibat suatu peristiwa tertentu. Keberadaan trauma sebagai suatu peristiwa yang pernah dialami sebenarnya. Jadi, bukan merupakan suatu masalah, namun biasanya efek dari trauma tersebut yang menimbulkan berbagai gangguan/keluhan, baik yang bersifat fisik, mental emosional, perilaku sosial, maupun spiritual.

Sedangkan gejala trauma itu sendiri dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: Intrusive, Avoidance dan Hyperarousal. Apabila tidak disembuhkan dengan tuntas maka efek trauma paska stres (PTSD) dapat berdampak masalah-masalah yang lebih serius seperti dependensi dan adiksi (alkohol, narkoba, rokok), depresi dan meningkatnya resiko bunuh diri, perceraian dan perpisahan dan masih banyak lagi.

Metode Tapas Acupressure Technique (TAT), yaitu proses sederhana yang membantu menyembuhkan diri sendiri dari stres dan trauma.
  1. Mengetahui akar dari permasalahan yang sedang dihadapi
  2. Menjalani proses TAT yaitu : menstimulasi titik akupunktur di kepala, yang langsung berhubungan dengan pusat otak yang terkait dengan emosi dan memori traumatis
  3. Belajar untuk rileks dan mencapai sikap rileks Menurut Gary Bromwell yang juga Direktur International Scientology Assist Team (yang menangani korban bencana gempa & tsunami NAD) mengemukakan, mereka yang tertimpa musibah mengalami trauma yang cukup menegangkan saraf. Untuk itu, mereka memerlukan peregangan. Namun, peregangan itu tidak perlu memakai obat. “Orang yang menderita sakit kepala dibawa ke dokter dan disarankan minum obat. Akan tetapi orang trauma, seluruh susunan sarafnya tegang. Saraf itu harus dikendurkan lagi dan tidak perlu dengan obat. No drug,” paparnya






Tidak ada komentar:

Posting Komentar